latform Blogger sekarang --atau sejak dulu-- salah satu pengguna terbesarnya adalah anak sekolahan. Terutama di rentang SMP-SMA5.
Tidak percaya? Kalian bisa coba cari di Goole seperti ini.
Gunakan dork:
site:.blogspot.com
Atur juga di penelusuran lanjutan dengan memilih opsi ini.
- Bahasa: Bahasa Indonesia
- Rentang waktu: Sebulan terakhir
Nah, Anda akan menemukan begitu banyak blog-blog baru yang berisi tugas merangkum materi, membuat laporan, atau mereview produk.
Bukan berarti itu salah.
Ada beberapa hal yang dibuktikan dari adanya tugas-tugas yang mensyaratkan pengerjaan melalui platform online seperti Blogger
Tren guru memberi tugas di web/blog
Aih, nulis post di Blogger pakai HP+mode HTML sulit juga, ya 😅
1. Platform gratis
Alasan pertama, ya karena Blogger merupakan platform blogging yang gratis. Jadi, peserta didik tak perlu keluar sepeser pun untuk menyelesaikan tugasnya.
Namun sebagaimana yang sama-sama kita tahu, platform blogging gratis tidak hanya Blogger saja. Ada juga WordPress, Tumblr, Exblog, atau malah minjem hosting di Github atau Cloudflare.
Tapi itu semua terlalu teknis
WordPress gratis tidak sefleksibel customisasi di Blogger. Begitu pula dengan Tumblr. Apalagi Exblog yang seluruhnya pakai bahasa Jepang. Masa mau ngerjain tugas mingguan saja harus belajar Hiragana, Katakana, Romaji, dan Kanji yang malah butuh waktu tahunan. 'Kan kurang tepat.
Jadi, Blogger tetap jadi pilihan paling masuk akal, mudah, dan tidak berisiko. Begitu Pak Guru?
2. Kaitannya dengan tugas publikasi karya
Ini pun sebenarnya agak kurang tepat. Soalnya, anak-anak zaman sekarang sudah bisa publikasi karya secara online; misalnya di media sosial mereka masing-masing
Atau, ini juga bisa disebut sebagai latihan publikasi sebelum menembus Scopus. Walah walah...
Biarlah, aku tak tahu kenapa disuruh guruku bikin blog dan publikasi, asal nilaiku bagus, yang lainnya tidak masalah. Kata yang duduk paling belakang itu.
Biar lebih seru, Pak Guru bisa menambah standar publikasinya, misalnya begini.
- Harus mendapatkan minimal 10.000 tayangan organik, dibuktikan dengan melampirkan laporan dari Google Search Console (GSC), Histats, dan GTmetrix.
- Harus memperoleh minimal 200 interaksi di kolom komentar.
- Wajib memperoleh authority, dibuktikan dengan diterima Google Adsense dan MGID.
- Mendapat tawaran endorsement dan kerja sama dengan minimal nilai kontrak Rp10.000.000 (sepuluh juta rupiah) dalam waktu satu Minggu adalah bonus (nilai A+)
Nah, kalau sudah begitu, kita pun akan belajar dengan muridnya Pak Guru.
3. Melatih keterampilan siswa
Kalau yang ini, saya pun setuju.
Beberapa skill atau keterampilan yang akan terlatih, misalnya:
- Berbahasa. Peserta didik harus membaca dan mengolah kata. Sehingga meningkatkan perbendaharaan kata mereka.
- Menulis. Di blog erat kaitannya dengan tulis-menulis. Mereka juga bisa mengasah keterampilan menulis kreatif yang menarik.
- Berpikir kritis. Eksplorasi sendiri untuk menyelesaikan tugas dengan cara sebaik-baiknya dan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Bukan malah belajar bahasa prompt ChatGPT, Gemini, atau DeepSeek. Menulis ulang hasil AI agar tidak kelihatan AI. Dan berpikir kritis tentang alasan jika ketahuan.
Namun, lihat juga sisi positifnya
Blog yang Anda buat hari ini di blogspot.com, sepuluh tahun ke depan akan tetap ada; kecuali sudah kiamat, ya siapa yang tahu.
Blog tersebut akan memunculkan ingatan indah, bahwa masa-masa sekolah adalah masa paling bebas yang mustahil terulang. Memunculkan ingatan-ingatan lain bak jembatan keledai tentang hal-hal yang Anda rindukan. Percayalah. Itu rasanya luar biasa.
Jadi, kerjakan dengan ketulusan tugas guru membuat blog tersebut. Lalu ikuti blog pribadi ini agar kita saling terhubung

Komentari