Jalur langit melunasi utang

Cara melunasi utang jalur langit yang diajarkan oleh Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid).

Dzikir Ya Latief untuk melunasi utang jalur langit, tengah malam saat tidak ada gangguan suara duniawi.

Tawasul (ketuk pintu), alfatihah.


1. Baginda Rasulullah SAW, keluarganya, dan sahabatnya

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ

Kepada yang terhormat Nabi Muhammad ﷺ, segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…


2. Syekh Abdul Qadir Jailani

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ

Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.


3. KH Abdurrahman Wahid

Tsumma khushuushon ila hadroti Kiai Haji Abdurrahman Wahid utawi Gus Dur, al-fatihah...


4. Kedua orang tua

Tsumma khushuushon ila hadroti {nama ibu} binti {nama kakek dari ibu} wa khushushon ila hadroti {nama ayah} bin {nama kakek dari ayah}, al-fatihah...

Duduk tenang tegak rileks.

Tarik napas dalam-dalam, simpan ke perut/dada, sembari mengucap "Ya Latif" sekuatnya, hingga 129 kali (sesuai hisab jumal sebagai kunci).

Setelah tidak kuat, embuskan perlahan melalui mulut.

Tutup dengan doa Surah Asy-Syura ayat 19 (7 kali atau 1 kali dengan penuh penghayatan):

اَللّٰهُ لَطِيْفٌۢ بِعِبَادِهٖ يَرْزُقُ مَنْ يَّشَاۤءُۚ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيْزُࣖ ۝١٩

Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dia memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa.


Setiap manusia memiliki cobaannya masing-masing. Mari saling menguatkan agar kita sama-sama berhasil mendapat ridho Allah dan Allah kehendaki mampu melewati badai ini.

Komentari